Cerita anak ini menceritakan dan mengajak, siapa saja bisa jadi Pahlawan atau Super Hero. Bagaimana caranya? Yuk kita baca, supaya kita juga bisa menjadi Pahlawan.
Catatan Seorang Pahlawan Cilik
Nah kalian juga mau memerangi DBD di lingkungan kalian kan? Nih aku beri gambar jentik-jentik dan nyamuk Aedes aegypti, supaya kalian bisa mengenalinya di mana pun.

(sumber: depkes.go.id)
Seperti halnya penjahat yang kerap memakai baju garis-garis hitam, nyamuk Aedes aegypti juga mempunyai ciri-ciri kaki nya bergaris-garis hitam


(sumber: kemenkes RI)
Sekarang kalian sudah mengenal bentuk-bentuk nyamuk pembunuh ini dan anaknya khan?
Catatan Seorang Pahlawan Cilik
Hai Sobat Ocha, perkenalkan namaku Aldo. Saat ini aku berada di kelas V SD. Aku anggota SAPULIDI. Oh kalian mungkin belum tahu apa itu SAPULIDI. SAPULIDI adalah singkatan dari "Pasukan Anak Peduli Penanggulangan DBD Mandiri". Hehe ada singkatan lagi di dalamnya ya. DBD itu singkatan Demam Berdarah Dengue. Kalian sudah pernah mendengar, atau mungkin pernah mengalaminya?
Ya, DBD adalah nama penyakit. Aku sendiri pernah mengalaminya. Rasanya sungguh menyiksa. Badanku demam tinggi. Aku lemas sekali, kepala dan seluruh sendi-sendiku sakit, ulu hatiku nyeri. Aku tidak bisa makan dan minum. Aku selalu memuntahkan setiap makanan dan minuman yang masuk ke tubuhku. Tapi anehnya perutku jadi besar sehingga bernapas saja rasanya sulit. Waktu itu, aku dirawat di rumah sakit daerah. Tapi menurut cerita ibuku, rumah sakit di daerahku tersebut tidak sanggup lagi merawatku, jadi aku harus dikirim ke rumah sakit yang lebih besar, rumah sakit pusat di kota Yogyakarta. Namanya RSUP Dr. Sardjito yang berjarak sekitar 30 km dari rumahku. Untunglah dokter-dokter di rumah sakit ini berhasil menyembuhkanku, sehingga sekarang aku bisa bercerita pada kalian.
Aku sungguh tidak ingin menderita lagi penyakit ini, dan aku juga tidak ingin adikku, teman-temanku dan kalian semua merasakan kejamnya penyakit ini. Maka itu, ketika puskesmas mengajakku berperang melawan DBD, aku dan teman-temanku segera mengajukan diri. Kami tergabung dalam SAPULIDI.
Nah, sekarang kisahku hampir sama seperti superhero idolaku yaitu Spiderman. Sepulang kuliah biasanya Spiderman akan berpatroli mencari pelaku kejahatan dan menangkap mereka. Begitu pula dengan kami anggota SAPULIDI. Sepulang sekolah, kami berpatroli mencari jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti. Lho, apa hubungannya jentik-jentik, nyamuk Aedes aegypti dengan penyakit DBD?Penyakit DBD memang disebabkan virus dengue, tapi penyakit ini ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. O iya, kalian tahu tidak jentik-jentik itu apa? Di Jawa, jentik-jentik juga dikenal dengan sebutan uget-uget, mungkin karena gerakannya yang nguget-nguget. Banyak lho yang tidak tahu kalau jentik-jentik ini lah yang nantinya menjadi nyamuk. Ciri-ciri jentik-jentik yang akan menjadi nyamuk penular DBD ini antara lain adalah sebagai berikut. Ia suka di tempat-tempat yang bersih. Selain itu, jentik-jentik nyamuk ini juga sangat aktif bergerak, dibandingkan jentik-jentik nyamuk jenis lain.
Pulang sekolah, kami makan siang, kemudian segera berpatroli. Tak lupa sebelum berangkat, kami memakai lotion anti nyamuk, supaya tidak digigit nyamuk. Kemudian berbekal senter dan niat yang tulus kami berangkat menjalankan tugas. Kalian mungkin bertanya-tanya, untuk apa senter yang kami bawa. Senter ini kami gunakan untuk mencari jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti tadi. Meskipun suka tempat yang bersih, dia juga suka di genangan-genangan air yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah, seperti vas bunga, tempat makan burung atau ayam, sampah-sampah seperti gelas aqua, cumplung kelapa, ban bekas dan lain-lain. Nah jentik-jentik inilah yang harus kita berantas. Karena tidak seperti nyamuk Aedes aegypti yang mati bila disemprot obat nyamuk atau difogging, jentik-jentik ini tidak mati, dan nantinya akan jadi nyamuk dewasa.
Jadi ketika menemukan mereka, kami akan segera membuang dan nasehati pemilik rumah untuk selalu menguras dan menutup tempat penampuang air serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air. Tapii..... namanya juga kami masih anak-anak. Banyak orang tua yang cuma mencibir saat kami nasehati. Biarlah kami tidak putus asa, ini semua demi kesehatan kita semua, jadi kami tidak pantang mundur. Namun banyak juga para orang tua yang berterimakasih dan kagum dengan semangat kami. Yah bahkan Spiderman pun ada yang membenci. Apa? Kalian bertanya apa? Apa yang kami dapatkan? Hmm... seperti para pahlawan super idola kami, kami tidak mendapat apa pun, tapi hati kami bahagia bila semua anak sehat dan dapat belajar serta bermain. Sedih rasanya bila ada teman kami yang sakit, apalagi penyakit DBD ini adalah penyakit yang mematikan.
Nah kalian juga mau memerangi DBD di lingkungan kalian kan? Nih aku beri gambar jentik-jentik dan nyamuk Aedes aegypti, supaya kalian bisa mengenalinya di mana pun.
(sumber: depkes.go.id)
Seperti halnya penjahat yang kerap memakai baju garis-garis hitam, nyamuk Aedes aegypti juga mempunyai ciri-ciri kaki nya bergaris-garis hitam
(sumber: kemenkes RI)
Sekarang kalian sudah mengenal bentuk-bentuk nyamuk pembunuh ini dan anaknya khan?
Sayangnya, tahun ini aku sudah kelas VI SD, sebentar lagi aku harus menghadapi ujian. Maka, aku harus konsentrasi belajar supaya nilaiku baik. Nah kalian mau kan menggantikanku dan teman-teman yang kelas VI untuk melawan penyakit demam berdarah ini kan? Dengan ini aku menyerahkan tongkat estafet ke tangan kalian. Tapi jangan kawatir, bila aku sudah lulus, aku akan kembali bahu-membahu bersama kalian melawan penyakit ini. Jadi, tak perlu bisa berlari secepat kijang atau bertenaga sekuat gajah bukan, untuk jadi seorang pahlawan. Salam Sehat.

No comments:
Post a Comment