Sunday, January 27, 2019

Museum History of Java ; Noon At The Museum

NOON AT THE MUSEUM


Halo.. Sobat Ocha, jumpa lagi dengan Mama Ocha. Kali ini Mama mau bercerita tentang siang Mama di Museum History of Java bareng Ocha.

Museum ini letaknya di Yogya bagian selatan, tepatnya di Jalan Parangtritis km 5,5, nggak jauh kok Sob. Bentuk museum ini juga unik lho. Museum ini berbentuk piramid. Iyess bangunan limas segi empat yang sering kita lihat jadi ikon Negeri Mesir, tempat para Firaun dimakamkan. Hihihi maaf ya gak ada foto full piramid nya.

Eh, tapi sebelum kalian masuk ke museum ini, ada baiknya kalian download aplikasi "history of java museum ar" di hp mama atau papa kalian. Dengan aplikasi ini, pada foto-foto bertanda khusus, gambar dalam foto, bisa tampak keluar dari fotonya. Meganthropus erectus bisa tiba-tiba keluar dan meraung-raung. Mirip-mirip film "The Night in The Museum" lah. Eh kalian juga bisa foto dengan aplikasi ini lho.

Pertama masuk kami disuguhi film singkat tentang terjadinya Indonesia, tentang zaman es dan pergeseran lempeng-lempeng bumi. Setelah itu, barulah kami masuk ke dalam museum dan koleksinya. Sama dengan piramid yang di Mesir, memasuki museum History of Java ini, Sobat Ocha juga akan seperti memasuki labirin.
Hasil gambar untuk labirin

Tapi, jangan kuatir, Sobat Ocha tidak akan tersesat karena ada pendamping dari museum yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan kalian dan mengantar sampai pintu keluar. Di dalam museum ini, Sobat Ocha juga akan dibuai dengan alunan tembang-tembang Jawa. Hayo siapa di antara kalian yang pintar nembang Jawa? Mama Ocha pingin tapi gak bisa hehehe. Ocha, kamu pingin gak?

Hihihi terus terang, Mama Ocha ini jarang masuk museum, jadi di sini Mama Ocha terkagum-kagum menemukan benda-benda dari tahun 700an sebelum Mataram Hindu yang unik-unik. Bayangkan sobat Ocha, jaman segitu sudah ada patung kecil anjing dari perunggu. Dan banyak lagi barang-barang unik lainnya, seperti dandang wadah nasi dari perunggu, seterika dan lain-lain. Di zaman kerajaan banyak porselin-porselin berhiaskan kaligrafi yang justru dari China, bukan dari Arab.

Terus, ada satu lagi barang patung perunggu yang menarik perhatian Mama Ocha, yaitu patung paksi naga liman dari Kesultanan Cirebon. Patung ini menarik karena mirip mahluk mitologi dari Mesir yaitu Sphinx. Patung ini bertubuh singa, bersayap, berkepala naga dan berbelalai gajah yang membawa tombak. Patung ini katanya menyimbulkan bahwa Kesultanan Cirebon adalah Kesultanan yang terbuka bagi etnis apa pun. Kepala naga melambangkan negeri China, belalai gajah melambangkan bangsa India, sedangkan sayap melambangkan buroq dari negeri Mesir.



Tapi karena penasaran, Mama Ocha browsing mahluk ini. Ternyata, di belahan utara Indonesia, yaitu kerajaan Kutai di Kalimantan ada mahluk mitologi sejenis paksi naga liman ini, bernama lembuswana. Lembuswana sama-sama berkepala naga, berbelalai gajah, dan bersayap, tetapi bertubuh lembu dengan sisik ikan. Lembuswana ini dipercaya tinggal di dasar sungai dan merupakan tunggangan Betara Guru. Ah jadi ingat hippogriff nya Harry Potter. Mungkinkah karena disebutkan di berbagai kebudayaan, hewan jenis ini memang dulu benar-benar pernah ada?? Ah Mama Ocha kok jadi melantur.

Kembali ke Museum History of Java. Di sini, juga tersimpan barang-barang peninggalan Sri Sultan HB IX. Salah satunya adalah busur dan panah. Sayangnya busur ini patah, karena... Ah biar pemandu museum aja yang cerita sama Sobat Ocha besok kalau kalian main ke sini. Biar penasaran hehehe. Eh ada bocoran nih Sobat Ocha, sekitar bulan Maret, di museum ini akan dibuka pelatihan memanah gaya Jogja lho. Buat anak-anak seumuran kalian. Keren kannn.

Bagian akhir dari Museum ini adalah diorama. Nah di sini Sobat Ocha bisa foto-foto dengan baju jawa dan berakting seperti pedagang, kuli pelabuhan, pemburu harimau, penabuh gamelan dan lain-lain. Sayangnya Ocha gak mau pakai baju yang disediakan huuu..hu..hu..

Nah, setelah itu keluar lah kita dari Museum History of Java. Eh ada bocoran lagi, nantinya setelah keluar dari museum, pengunjung akan disediakan spot foto tiruan jalan malioboro, seperti di Museum Angkut. Tapi sekarang belum jadi.

Wah panjang ya cerita Mama. Sebetulnya masih banyak yang seru-seru di sini, tapi takut kalian bosan membaca. Ya udah, sekian dulu cerita Mama Ocha tentang Noon at the Museum History of Java. Semoga bisa menambah wawasan kalian yaa.

No comments:

Post a Comment